Langsung ke konten utama

Gotong Royong Mengangkat Beban Pandemi!

Gotong Royong Mengangkat Beban Pandemi! Sewaktu masih kecil kamu pasti pernah mendengar, atau setidaknya pernah membaca salah satu peribahasa Indonesia yang berbunyi “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” . Arti sederhana dari peribahasa tersebut adalah, bahwa ketika suatu pekerjaan dilakukan secara bersama-sama maka pekerjaan itu akan terasa lebih mudah. Bentuk sederhana dari peribahasa tersebut seperti apa?. Saat kamu bersekolah, mungkin setiap hari Jum’at ada jadwal kerja bakti membersihkan sekolah sebelum memulai pelajaran. Atau ketika hari minggu, Pak RT tempat tinggalmu akan mengajak untuk membersihkan lingkungan di sekitar kompleks rumahmu. Bagi kita di Indonesia, kegiatan saling bersatu padu dalam melakukan pekerjaan ini lebih dikenal sebagai budaya “ Gotong Royong ”. Budaya gotong royong di Indonesia telah dikenal mulai dari zaman nenek moyang kita, hingga waktu zaman penjajahan pun, seluruh rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke bersatu padu untuk mengusir para...

Gotong Royong Mengangkat Beban Pandemi!

Gotong Royong Mengangkat Beban Pandemi!

Sewaktu masih kecil kamu pasti pernah mendengar, atau setidaknya pernah membaca salah satu peribahasa Indonesia yang berbunyi “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Arti sederhana dari peribahasa tersebut adalah, bahwa ketika suatu pekerjaan dilakukan secara bersama-sama maka pekerjaan itu akan terasa lebih mudah.

Bentuk sederhana dari peribahasa tersebut seperti apa?. Saat kamu bersekolah, mungkin setiap hari Jum’at ada jadwal kerja bakti membersihkan sekolah sebelum memulai pelajaran. Atau ketika hari minggu, Pak RT tempat tinggalmu akan mengajak untuk membersihkan lingkungan di sekitar kompleks rumahmu. Bagi kita di Indonesia, kegiatan saling bersatu padu dalam melakukan pekerjaan ini lebih dikenal sebagai budaya “Gotong Royong”.

Budaya gotong royong di Indonesia telah dikenal mulai dari zaman nenek moyang kita, hingga waktu zaman penjajahan pun, seluruh rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke bersatu padu untuk mengusir para penjajah hingga akhirnya mencapai kemerdekaan. Dapat dikatakan kalau budaya gotong royong ini telah menjadi jiwa dan citra bangsa Indonesia.

Dalam lingkup yang lebih luas, budaya gotong royong ini telah melekat pada ragam kekayaan nusantara hingga saat ini, mulai dari agama, suku, adat, daerah, dan lainnya. Misalnya di setiap hari besar keagamaan seperti hari raya Idul Fitri, kamu akan melihat para tetangga berkumpul di satu rumah untuk membuat ketupat dan memasak opor ayam. Di beberapa daerah di Indonesia, tradisi membuat ketupat dikenal sebagai Lebaran Ketupat, dan tentunya memerlukan rasa solidaritas serta gotong royong di dalam pelaksanaanya.

Di tempat lain, misalnya di provinsi tempat tinggal Saya di Sulawesi Selatan, pada Suku Bugis, terdapat tradisi yang disebut Marakka’ Bola / Mappalette' Bola / Masoppo Bola, yakni tradisi memindahkan rumah panggung ke lokasi baru yang digotong oleh puluhan hingga ratusan warga. 

Tradisi Angkat Rumah Suku Bugis
Tradisi Angkat Rumah Suku Bugis
Sumber: http://journal.momotrip.co.id/

Pada Suku Toraja, terdapat upacara Rambu Solo’ yakni upacara pemakaman yang melibatkan ratusan kerabat serta keluarga dari orang yang meninggal yang saling bergotong royong dalam mengadakan upacara tersebut dan dilaksanakan hingga beberapa hari.

Upacara Rambu Solo' Tana Toraja
Upacara Rambu Solo' di Tana Toraja
Sumber: https://foto.kompas.com/

Beberapa tradisi dan budaya khas Indonesia ini tentunya menggambarkan semangat dan jiwa gotong royong Indonesia tidak pudar dan masih tetap eksis hingga saat ini. Pastilah di daerah kamu, di daerah lainnya, dan diluar contoh-contoh kecil ini, akan lebih banyak lagi budaya di Indonesia yang menggambarkan kehidupan gotong royong yang memang mencitrakan jiwa bangsa Indonesia sesungguhnya.

Nah, dalam dunia yang serba digital seperti sekarang, budaya gotong royong saat ini juga tidak terbatas pada berbagai kegiatan tradisional dan konvensional serta dalam lingkup masyarakat yang kecil saja. Modernisasi dalam dunia digital telah memengaruhi cara dan bagaimana masyarakat Indonesia bergotong royong dalam melakukan suatu pekerjaan, karena dunia digital pun semakin luas, maka gotong royong oleh masyarakat ini juga mencakup lingkup yang semakin luas dan tak terbatas. Contohnya seperti apa?.

Tampilan Halaman Situs kKitabisa.com
Tampilan Halaman Situs Kitabisa.com
Sumber: https://blog.kitabisa.com/

Mungkin kamu dan bagi sebagian besar pengguna internet di Indonesia akan cukup familier dengan situs-situs seperti Kitabisa.com, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rumah Zakat, WeCare.id, serta masih banyak lagi situs lainnya yang sejenis. Situs-situs ini menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk dapat melakukan penggalangan dana dan donasi secara online. Donasi yang dikumpulkan pun biasanya ditujukan bagi orang-orang dan masyarakat yang membutuhkan, seperti masyarakat terdampak bencana, masyarakat yang memerlukan sarana dan prasarana tertentu yang menunjang kehidupan, hingga orang-orang yang membutuhkan pendanaan untuk biaya kesehatan. Tentu saja karena dilakukan secara bersama-sama oleh banyak orang untuk tujuan kebaikan, maka situs-situs ini telah menjadi salah satu wadah gotong royong secara digital di Indonesia.

Di berbagai media sosial pun juga begitu, Facebook, Twitter, Instagram misalnya, telah menjadi sarana bagi berbagai komunitas dan institusi untuk dapat melakukan penggalangan dana dan donasi. Adanya komunikasi yang intensif antar pengguna media sosial menjadikan media ini dapat menyebarkan berbagai bentuk penggalangan dan serta pemberian bantuan secara cepat. Biasanya cara penyebaran dilakukan melalui pembagian poster, brosur, atau pamflet yang menunjukkan kebutuhan pendanaan untuk tujuan tertentu. Situs-situs penggalangan dana pun akan umum terlihat dibagikan dan disebarkan di berbagai media sosial.

Bentuk Penggalangan Dana di Media Sosial Twitter
Bentuk Penggalangan Dana di Media Sosial Twitter
Sumber: https://twitter.com/

Tidak sampai disitu, gotongroyong dalam bentuk lainnya di dunia digital dapat kita temui dalam kegiatan kerelawanan atau dalam bahasa Inggris disebut volunteering. Terdapat berbagai media online baik situs maupun akun media sosial yang menjadi wadah dalam proses pendaftaran dan rekrutmen bagi orang-orang yang ingin menyalurkan niat baiknya secara sukarela dalam suatu kegiatan kerelawanan. Salah satu contohnya, yakni situs Indorelawan (www.indorelawan.org). Situs ini menyediakan wadah bagi para relawan dan komunitas dengan misi sosial tertentu, misalnya dalam bidang pendidikan, kemanusiaan, kesejahteraan, lingkungan, dan lainnya.

Nah, dalam situasi pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, saat krisis kesehatan yang kemudian merembes kepada krisis ekonomi dan sosial, maka solidaritas serta rasa simpati antar masyarakat Indonesia akan lebih diuji. Kepedulian sosial bagi kita semua menjadi hal yang mampu menumbuhkan rasa persatuan di antara masyarakat dan ini dapat dilakukan melalui gotong royong dari seluruh rakyat Indonesia serta tentunya akan menjadi kunci bagi berhasilnya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Dalam masa pandemi ini, pemerintah baik pusat maupun daerah telah mengarahkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, bentuk paling sederhana dari gotong royong saat ini dapat dilihat dari bagaimana rasa saling percaya terbentuk antara pemerintah dan masyarakat. Dengan menaruh rasa saling percaya ini, maka setiap kebijakan dan program yang dijalankan selama masa pandemi, akan mudah dipatuhi oleh masyarakat, dan menjadikan penanganan pandemi menjadi lebih cepat dan lebih lancar.

Sejak awal masa pandemi, pemerintah juga telah bergerak cepat dengan melaksanakan berbagai kebijakan serta program kepada masyarakat untuk penanganan pandemi, antara lain misalnya, melalui program prakerja, diskon listrik, BLT UMKM, subsidi kuota belajar, bansos tunai dan sembako, hingga insentif pajak bagi para pelaku usaha. Secara mendasar, berbagai program pemerintah ini dibiayai dari APBN yang sebagian besar dikumpulkan secara gotong royong dari pajak yang dibayarkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk menerapkan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan adalah protokol kesehatan yang saat ini dilaksanakan masyarakat. Saat masyarakat mematuhi arahan ini, secara tidak langsung, setiap individu telah membantu dan saling membantu agar virus COVID-19 tidak mudah menyebar ke individu lain, terutama kepada mereka yang rentan, seperti lansia dan anak-anak.

Poster Ajakan Vaksinasi dan 5M
Poster Ajakan Vaksinasi dan 5M
Sumber: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/

Program vaksinasi COVID-19 pun juga yang sedang digalakkan pemerintah, telah menjadi ajang gotong royong bagi masyarakat selama pandemi, hal ini karena proses vaksinasi harus dilaksanakan secara menyeluruh di 34 provinsi di Indonesia, yang mengartikan bahwa masyarakat harus saling bahu membahu dalam mendistribusikan vaksin COVID-19 hingga sampai ke masyarakat. Hal ini tentunya memerlukan upaya bersama dari berbagai kalangan dan profesi agar vaksinasi dapat berjalan lancar, seperti dokter, tenaga kesehatan (nakes) lainnya, relawan COVID-19, dan tentunya termasuk masyarakat yang akan divaksinasi. Salah satu bentuk sederhana dalam mendukung program vaksinasi ini bagi masyarakat yakni antre secara tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam mendapatkan vaksin.

Sementara itu, bidang ekonomi dan sosial yang juga ikut terdampak oleh pandemi, telah menumbuhkan rasa solidaritas yang besar di antara masyarakat saat ini, berbagai kegiatan sosial di masyarakat dilakukan dalam rangka saling mendukung dan memberikan semangat satu sama lain.

Aksi Solidaritas Selama Pandemi
Aksi Solidaritas selama Pandemi
Sumber: https://www.dw.com/id/

Di berbagai komunitas dan kelompok masyarakat hingga individu di antaranya melakukan kegiatan sosial seperti membagikan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi, membagikan masker, hand sanitizer, vitamin hingga memberikan sosialisasi terkait COVID-19 kepada masyarakat. Dalam ranah yang lebih khusus lagi, kamu sendiri mungkin pernah melihat beberapa masyarakat penyintas COVID-19 yang menerima donor darah plasma konvaselen dari pasien yang telah sembuh dari COVID-19, donor darah ini bertujuan untuk membantu pasien yang membutuhkan yang belum sembuh dari COVID-19.

Masyarakat di setiap daerah juga telah menumbuhkan budaya gotong royong yang lebih solid pada masa pandemi ini. Seperti yang dikutip dari situs www.kemenkopmk.go.id, masyarakat di berbagai daerah melakukan berbagai aksi sosial sebagai bentuk solidaritas antar warga. Misalnya di wilayah Desa Mojopurno, Magetan, Jawa Timur, warga memberikan dukungan fisik maupun mental kepada warga yang menjalani isolasi mandiri karena COVID-19. Sementara itu penduduk Desa Wonosari di Gunung Kidul, Yogyakarta, menyediakan makanan  bagi keluarga yang berstatus ODP. Di Kalimantan Barat dan Riau, ibu-ibu bergotong royong memproduksi masker kain dan jamu untuk mencegah penularan virus COVID-19 yang kemudian dibagikan.

Pembatasan sosial yang juga diterapkan oleh pemerintah mengakibatkan sebagian masyarakat juga lebih banyak beraktivitas dari rumah, komunikasi juga hanya dapat dilakukan melalui media komunikasi tidak langsung. Untuk itu, dalam rangka menjaga kesehatan mental masyarakat selama masa pandemi, pihak pemerintah dan berbagai layanan konseling daring juga telah membuka program kepada seluruh masyarakat untuk dapat menerima konseling dari para psikolog maupun psikiater secara gratis selama masa pandemi ini.

Selain aksi-aksi sosial yang di atas, kita sebagai masyarakat juga dapat melakukan hal-hal sederhana namun akan dapat membantu masyarakat selama masa pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini. Salah satunya melalui media sosial, misalnya, dengan menyebarkan informasi yang valid dan bermanfaat tentang wabah COVID-19, memberikan dukungan dan semangat kepada para petugas yang melaksanakan pencegahan dan penanganan COVID-19, hingga menyebarkan pesan positif kepada masyarakat dan para penyintas COVID-19.

Dengan saling bahu membahu dan menghidupkan budaya gotong royong selama pandemi, dan dipupuk dengan rasa persatuan dan solidaritas, maka pandemi di Indonesia akan dapat kita jalani dengan mudah dan beban yang berat akan menjadi ringan, karena kita memikulnya bersama-sama. Melalui gotong royong, kita bersama mengangkat beban pandemi!.

#LombaBlogUnpar

#BlogUnparGotongRoyong

Sumber Referensi:

https://www.kemenkeu.go.id/media/18295/buku-merekam-pandemi-covid-19-dan-memahami-kerja-keras-pengawal-apbn.pdf

https://metro.sindonews.com/read/568500/170/amk-peduli-bagikan-bansos-untuk-masyarakat-terdampak-covid-19-1634199017

https://www.kemenkopmk.go.id/terbukti-efektif-donor-plasma-konvalesen-makin-digencarkan

https://www.kemenkopmk.go.id/teladan-gotong-royong-masyarakat-di-tengah-pandemi

https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/upaya-dan-kebijakan-pemerintah-indonesia-menangani-pandemi-covid-19

Komentar